Latest Post

Tampilkan postingan dengan label TOPIK PILIHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOPIK PILIHAN. Tampilkan semua postingan

Kerusakan Infrastruktur Pasca Banjir KSB Mencapai 38 Milyar

Written By Dedi sufian on Rabu, 16 Januari 2013 | 08.32

Jembatan penghubung Desa Mujahidin dengan Desa Lampok Putus 
Taliwang, Sarana Infrastruktur yang rusak pasca banjir  di Kabupaten Sumbawa Barat secara global kerugian mencapai Rp38 Milyar, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa Barat Ir Mashur Yusuf.

Laporan kesimpulan ini disampaikan setelah tim verifikasi data kerusakan turun kelapangan sejak akhir 2012 hingga awal Januari 2013, “itu berupa infrastruktur jalan, jembatan , talut , saluran irigasi dan lainnya,“ ungkap Mashur.

Yang paling terparah lanjut Mashur  terjadi di Desa Kertasari berupa jalan-jalan dan jembatan yang menghubungkan dari dan menuju Desa sudah terputus, ditempat kecamatan lain seperti seteluk, brang rea terutama di Desa Salit dan  Seminar  beberapa bronjong jalan dan jembatan juga rusak.

Untuk itu pemerintah setempat telah menajukan  data kerugian bencana  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk diteruskan ke Badan Nasional  Penanggulangan Bencana  ( BNPB ). Laporan ini terkait dengan upaya penanganan pembangunan infrastruktur darurat.  Mengingat jumlah kerugian tersebut mencakup amat besar maka pihaknya berupaya mengalokasikan melalui Dana Bantuan Bencana Alam ( DBBA ), untuk itu pihaknya dalam waktu dekat segera berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan BNPB Pusat.

"Senin depan, saya dan pak Sekda  bertemu BNPB Pusat di Jakarta untuk membicarakan alokasi dana rekonstruksi permanen pasca bencana,“ terang Mashur.
            
Menurut Mashur bahwa saat ini yang palin utama diperbaiki  adalah fasilitas jaringan air bersih, jalan dan jembatan yang terputus, percepatan rekonstruksi banguan infrastruktur yang rusak pasca bencana. Untuk itu dirinya terus melakukan upaya loby baik ke Pemerintah Provinsi maupun Pusat.

Pernyataan-Pernyataan Memilukan Tentang Jilbab

Written By Dedi sufian on Kamis, 20 Desember 2012 | 07.48


1. “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik”.
2. Tidak hanya sampai di situ, si A menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang.  “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,”
3. A juga mengatakan pendapat yang bisa mengundang kontroversi, yakni tentang alasan orang beragama. “Kenapa orang beragama? 1) karena miskin; 2) karena rentan dan merasa terancam,” ujarnya…
Apakah ke tiga pernyataan itu benar??
Ilustrasi - Beberapa perempuan sedang memilih busana muslimah dan jilbab. (sahabatjogja.com)
dakwatuna.com - Tentang pernyataan pertama; kewajiban berjilbab Allah utarakan dalam Al-Quran secara umum, tidak terikat dengan momen tertentu; khusus untuk di pengajian misalkan. Yang ada malah sebaliknya, ketika shalat diwajibkan, jilbab (menutup aurat) menjadi salah satu pakaian khusus (ketentuan khusus) yang tidak bisa tidak, harus dipakai saat shalat. Jadi, siapa yang kebalik-balik?? Yang benar itu dari umum ke khusus, bukan dari khusus ke umum.
Jilbab dan pakaian renang adalah perbandingan yang tidak jauh berbeda dengan perbandingan antara basket dan main catur, meskipun kedua-duanya sama-sama olah raga, tapi rule of the gamenya berbeda, jika Allah syariatkan jilbab untuk dipakai di semua tempat, maka pabrik pembuat pakaian olah raga membuat pakaian renang khusus untuk di tempat renang. Adat manusia juga tidak membenarkan adanya seseorang yang ceramah di atas podium dengan memakai pakaian renang bukan? sebaliknya, tidak ada seorang pun yang protes jika seorang wanita berjilbab mengisi seminar di depan orang banyak, justru sebaliknya, akan banyak yang protes jika wanita tersebut memakai pakaian “ala kadarnya” ketika mengisi seminar.
Tentang pernyataan ketiga: justru kenyataan yang terjadi saat ini adalah, orang miskin tidak sedikit yang stress, gila. Kenapa gila? salah satu faktornya karena tidak beragama. Agama bukan pabrik yang di situ ada untung rugi materil; yang beragama kaya, yang tidak miskin! tidak selalu begitu. Yang beragama aman dari ancaman, yang tidak, selalu terancam, tidak selalu juga! Yang tepat adalah, kebanyakan orang menjadi begitu religius karena SADAR, sadar akan adanya pencipta, sadar akan adanya nikmat surga dan siksa neraka, sadar akan dirinya yang bukan siapa-siapa. Beda loh, sadar dengan terancam!!
Penutup
Setidaknya, jilbab adalah salah satu indikator akan kesadaran beragama seorang wanita. Jilbab tidak mengekang wanita, yang ada malah menjaga, namun terkadang sebagian memaknai menjaga dengan mengekang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk berfikir benar, bukan hanya bagus dan sensasional. Wallahualam bis shawab.



Hidayat Nur Wahid: Kiamat Tak Datang Tiba-tiba


Tokoh Islam Hidayat Nur Wahid meminta masyarakat untuk tidak membuang energi mempercayai ramalan Suku Maya yang memprediksi hari akhir akan jatuh pada tanggal 21 Desember mendatang. Hidayat pun mengatakan bahwa hari kiamat tidak serta merta datang secara tiba-tiba.
"Sudah sering kali ada ramaalan tentang kiamat tapi tidak terjadi sekarang. Dengan berbagai pengalaman ini, warga bangsa Indonesia jangan membuang energi dan menjadi panik karena ramalan seperti itu yang datangnya dari suku Maya ribuan tahun lalu," ujar Hidayat, Rabu (19/12/2012), saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, sebaiknya umat manusia lebih percaya kepada rasionalitas dan keberagamaan. "Yang pasti kiamat tidak akan terjadi pada 21 Desember karena ada ukuran rasionalitasnya," ujar Ketua Fraksi PKS di Parlemen itu.
Hidayat menjelaskan, sebelum terjadi kiamat, ada beberapa tanda-tanda yang terjadi seperti kekacauan dan kehancuran terjadi secara menyeluruh, termasuknya gunung-gunung yang meletus. Saat ini, Hidayat menilai kondisi keamanan dunia relatif stabil. "Kiamat tidak ujug-ujug datang. Ada mukadimah yang mendahuluinya dulu," ucap Hidayat.
Hidayat meminta umat Islam untuk tidak percaya akan ramalan dalam bentuk apa pun. Namun, ia mengatakan kiamat tetap harus diyakini semua umat manusia. "Kita ambil hikmahnya saja, kita diingatkan bahwa semua agama di dunia ini yakin kiamat terjadi. Sehingga kita sudah seharusnya bisa berpikir konstruktif dan taat beribadah agar kiamat bisa happy ending," imbuhnya.
Tanggal 21 Desember 2012 ramai disebut-sebut sebagai akhir dunia. Pada hari itu, menurut kalender suku Maya, Matahari terletak di rasi Sagittarius. Jauh di belakangnya, ada pusat Galaksi Bimasakti yang memiliki lubang hitam bermassa 4 juta kali massa Matahari. Kesegarisan Bumi, Matahari, dengan pusat Galaksi ini dituding akan mengoyak Matahari dan anggota Tata Surya lain. Gaya pasang surut dari pusat Galaksi dianggap akan makin besar karena Matahari sedang di bidang Galaksi.

Muhasabah Akhir Tahun


dakwatuna.com - “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Alhasyr [59]: 18).
Setiap Mukmin dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas amalnya. Untuk peningkatan kualitas amal, muhasabah (evaluasi) sangat diperlukan. Tanpa muhasabah tidak akan ada peningkatan kualitas amal. Karena itu, muhasabah menjadi karakter utama pribadi Mukmin, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas.
Umar bin Khattab, seorang sahabat yang dikenal sebagai Amirul Mukminin pernah mengingatkan umat Islam dengan perkataannya yang sangat populer, “Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu.” Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.
Muhasibi, seorang sufi dan ulama besar yang menguasai beberapa bidang ilmu, seperti hadits dan fiqih. Nama lengkapnya Abu Abdillah al-Haris bin Asad al-Basri al-Bagdadi al-Muhasibi. Ketika ia ditanya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan soal muhasabah. “Dengan apa jiwa itu dihisab?” Ia menjawab, “Jiwa itu dihisab dengan akal.” Ia ditanya lagi, “Dari mana datangnya hisab itu?” Ia menjawab, “Hisab itu datang dari adanya rasa takut akan kekurangan, hal-hal yang merugikan, dan adanya keinginan untuk menambah keuntungan.”
Muhasabah dalam pandangan Muhasibi, mewariskan nilai tambah dalam berpikir (basirah), kecerdikan, dan mendidik untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, memperluas pengetahuan, dan semua itu didasarkan atas kemampuan hati untuk mengontrolnya.
Ketika ditanya, “Dari mana sumber keterlambatan akal dan hati untuk menghisab diri?” Ia menjawab, “Keterlambatan itu disebabkan oleh karena hati. Dalam keadaan demikian hati sangat didominasi oleh kekuatan hawa nafsu dan syahwat yang kemudian menguasai akal, ilmu, dan argumen.”
Ketika ditanya, “Dari mana kebenaran datang?” Ia menjawab, ”Kebenaran itu datang karena pengetahuan kita bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Melihat. Pengetahuan itu merupakan dasar bagi kebenaran dan kebenaran merupakan dasar segala perbuatan baik. Karena kemampuan dan kekuatan kebenaran itulah, seorang hamba dapat meningkatkan segala perbuatan baik dan kebajikannya.”
Muhasabah merupakan kesadaran akal untuk menjaga diri dari pengkhianatan nafsu melalui proses pencarian kelebihan dan kekurangan diri. Karena itu, muhasabah menjadi lampu di hati setiap orang yang melaksanakannya.
Karena itu, momentum pergantian tahun baru Masehi mestinya dijadikan sebagai sarana untuk muhasabatun nafsi (evaluasi diri) atas berbagai amal yang telah dilakukan, agar kehidupan lebih baik dan bermakna di hadapan Allah SWT. Wallahu a’lam.



Meretas Peradaban Madani Indonesia


dakwatuna.com - Sesungguhnya Allah melipat untukku bumi, maka aku bisa melihat ujung timur bumi dan ujung baratnya. Dan Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang di lipat untukku. Aku juga dikaruniai dua perbendaharaan (kekayaan) MERAH dan PUTIH(HR, Muslim: kitabul fitan nomor 5144)
Indonesia Anugerah Allah SWT yang TerzhalimiDi dalam kajian geologi ada sebuah tempat yang dinyatakan sebagai negeri Atlantis yang di kenal kaya raya di darat dan lautannya. Negeri Atlantis adalah benua yang ditenggelamkan oleh lautan sejak berakhirnya zaman es sekitar 11.600 tahun yang lalu setinggi 120 sampai 150 meter. Prof. Aryso Santos, seorang geolog dan fisikawan nuklir berkebangsaan Brasil menyatakan bahwa Negeri Atlantis yang kaya raya sumber daya alamnya itu adalah “Indonesia “1.
Indonesia seperti yang termaktub dalam Wikipedia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu di sebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berkependudukan Muslim terbesar di dunia (85% dari seluruh penduduk Indonesia). Saya kemukakan beberapa fakta terbaru mengenai Indonesia yang mungkin beberapa sejalan dengan pernyataan Prof. Aryso Santos. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia. Kemudian sekali lagi saya ulangi bahwa Indonesia merupakan negara yang penduduknya adalah Muslim terbesar di dunia dan masih banyak lagi yang Indonesia miliki dan tidak di miliki oleh negara lain.
Sungguh Allah SWT memberikan anugerah yang sangat luar biasa. Namun di sisi lain Indonesia mengalami keterpurukan yang sangat ironis. Beberapa fakta mengenai keterpurukan Indonesia adalah “angka kemiskinan” di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia masih tinggi tingkat kemiskinannya. Data statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen)2. Angka pengangguran tenaga kerja produktif di Indonesia sangat tinggi dari tahun ke tahun. Data Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia memiliki trend yang terus meningkat. Kemudian, dari angkatan kerja di Indonesia yang mencapai sekitar 102,55 juta orang, 9,39 juta orang di antaranya tergolong pengangguran pada tahun 2008 (BPS, 2009). Korupsi, kolusi, dan nepotisme  di Indonesia merupakan  negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis.  Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong. Tentunya masih banyak lagi keterpurukan-keterpurukan Indonesia di bidang yang lainnya. Dengan menggunakan logika komparasi dua kenyataan yang saya rangkum di atas maka saya dengan sangat memprihatinkan menyebutkan bahwa “Indonesia adalah anugerah Allah SWT yang terzhalimi”. Apalagi melihat fakta bahwa umat Muslim terbesar di dunia adalah di Indonesia dan ini yang seharusnya menjadi renungan kita. Bolehlah saya menyimpulkan bahwa umat Muslim Indonesia masih belum menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman yang seharusnya membawa rahmat terkhusus untuk Indonesia.
Ke manakah anak zaman. Ke manakah ke manakah perginya anak-anak muda Al Kahfi? Tidurkah anak-anak muda ini? Ke manakah peta zaman akan di bawa … (Muhammad Ilyas)
Islam dan Nilai Al-Quran dalam Meretas Peradaban Madani di IndonesiaOrang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh perbuatan ma’ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar dan kepada Allah kembali segala urusan”. (QS. Al Hajj: 41)
Di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Madani merupakan sebuah padanan kata yang berarti berhubungan dengan hak-hak sipil; berhubungan dengan perkotaan; menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang berperadaban. Anugerah yang Allah berikan untuk Indonesia berupa kelimpahan materi ternyata bukan sebuah nilai yang semata-mata dapat dijadikan modal untuk meretas peradaban di Indonesia. Namun ada hal lain yang sebenarnya akan menopang semua proses-proses pencapaian cita-cita tersebut yaitu nilai keimanan. Pertemuan antara nilai karakter pribadi bangsa dengan wawasan dan profesionalitas kerja dalam melakukan pemberdayaan potensi yang ada. Yang pertama kali yang harus di bangun adalah keberimanan bangsa secara totalitas kepada Allah SWT. Hal ini merupakan hal mendasar yang perlu di lakukan guna meretas jalan peradaban madani itu. Secara bahasa sederhananya saya ungkapkan bahwa masyarakat Indonesia terutama umat Muslim harus kembali membangun kepribadian dan karakter Qurani dalam dirinya. Yaitu masyarakat yang dibahasakan oleh Dr. Yusuf Qaradhawi masyarakat yang berbasis syariat Islam. Masyarakat yang tegak di atas aqidah, keimanan dan akhlak.
Karena peradaban yang akan di bangun adalah peradaban yang hanya bersifat nilai material saja seperti yang sekarang dibangun oleh barat. Namun peradaban yang merupakan puncak di pertemukannya nilai-nilai moral dan akhlak dengan nilai kemajuan fisik dan materi juga di tunjukkan dalam kemajuan ilmu dan teknologi.
Lalu bagaimanakah dan jalan seperti apakah yang harus di tempuh melalui Al-Quran itu? Saya akan awali penguraian proses penting itu dengan kembali merujuk pada Al Quran itu sendiri tentunya. Problem apa pun yang tengah terjadi atau proses apa pun yang sedang di usahakan, maka semuanya telah Allah ciptakan Al-Quran sebagai solusi dan penawarnya. Maka bersyairlah seorang ulama bernama Dr. Aidh Al Qarni penulis buku la tahzan.
Wahai Al-QuranKudengar engkauDi saat malam terasa sepiKau berjalanMengguncangkan alam semestaMaha suci Allah yang telah menjalankannyaDengan mu ku buka duniaDengan mu kupancarkan sinarnyaKami berjalan di atas duniaMemenuhinya dengan sejuta pahalaKetika kita sedang mengalami krisis atau keterpurukan. Maka Al-Quran menjawab bahwa hal yang sedang kita alami seperti ini seharusnya menuntut kita untuk kembali kepada sang maha hidup yang dengan rapih mengatur urusan hambanya. Firman Allah SWT “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitan pun Menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan” (QS. Al An’am: 43). Begitulah sedikit gambaran karakter ketika kita harus kembali kepada nilai-nilai Al-Quran dalam meretas jalan peradaban madani. Peradaban dilahirkan dari ide besar yang kemudian ide itu di topang oleh sumber daya dan kekuatan. Karena peradaban madani adalah gambaran realisasi dari nilai-nilai Al Quran.
Berikutnya masyarakat harus melakukan kerja-kerja peradaban setelah kita giring kesadaran karakter umat kembali kepada nilai Al Quran tadi. Ada beberapa hal mendasar yang harus di internalisasi ke dalam kerja-kerja peradaban, di antaranya:
1. Kerja peradaban berbasis riset
Masyarakat harus terbiasa untuk melakukan riset-riset. Kita harus meningkatkan intensitas membaca secara mendalam dan terjun ke medan lapangan mendalami persoalan dengan sampai tuntas. Maka jejak rekam riset itu di interpretasikan secara kritis dan objektif sehingga semuanya tersadari menjadi sebuah budaya yaitu budaya berfikir karena itulah syarat ulil albab.
2. Kerja berbasis kompetensi
Secara komunal atau personal masyarakat Indonesia harus menggali kompetensi yang di miliki kemudian mengasahnya secara matang kemudian dipertanggungjawabkan ke publik. Masyarakat Indonesia akhirnya akan melahirkan para pakar di bidangnya. Dengan kompetensi juga akan di dapat hasil kerja yang lebih memuaskan.
3. Kerja berbasis kompetitor
Di setiap ruang kerja peradaban maka fakta yang harus di hadirkan adalah bahwa kita sedang tertinggal dan dengan hal itu maka kita sedang menghadapi kompetitor kita. Dengan itulah akan muncul dinamisasi yang akan menghidupi gerak kerja-kerja peradaban kita.
4. Kerja berbasis sinergis
Banyak dari masyarakat yang akan menempati hal strategis sehingga ini akan menjadi kekuatan yang tersusun rapi dengan cara memenejnya dengan baik sehingga setiap kekuatan yang telah dimiliki akan bersinergis.
Semuanya harus dilakukan dengan amal nyata. Tidak hanya berhenti di tataran ide. Realisasilah yang akan menggambarkan peradaban madani itu. Maka dengan seksama akan kita saksikan pembangunan peradaban sedikit demi sedikit akan memancarkan pesonanya. Kemudian sekarang yang akan memangku kerja besar itu siapa? Maka dengan lantang saya akan meneriakkan bahwa yang tepat untuk memikul kerja itu adalah “para pemuda Indonesia”. Pemudalah yang akan menggagas semua itu. Pemudalah yang akan menerjang beberapa tantangan yang akan dilalui dalam meretas peradaban madani di Indonesia. Sehingga para malaikat ikut membersamai para pemuda rabbani dan melantunkan doa untuk mereka-mereka yang berproses dalam kerja besar meretas peradaban madani di Indonesia.

Catatan Kaki:
  1. Atlantis : The Lost Continent Finally Found (1997-2009)
  1. Sensus Penduduk BPS 2010. www.bps.go.id
Sumber Inspirasi:
  1. Jurnal Muslim Negarawan
  1. Masyarakat berbasis Syariat Islam, Dr. Yusuf Qaradhawi 2003
  1. The way of Al Qur’an, Dr. Aidh Al Qari 2007
  1. Menuju Masyarakat Madani, Prof. DR. Azyumardi Azra
  1. Wikipedia
  1. www.bps.go.id


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/25604/meretas-peradaban-madani-indonesia/#ixzz2FbLkqiJ4

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Written By Dedi sufian on Senin, 10 Desember 2012 | 07.47


Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Written by: Haryanto, S.Pd.


Read more: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini | belajarpsikologi.com 

Halal Bi Halal wujud kebersamaan

Written By Dedi sufian on Minggu, 09 Desember 2012 | 06.55

poto bersama panitia Halal Bi Halal
Mujahidin merupakan salah satu desa diwilayah kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam usia yang relatif masih baru, desa Mujahidin termasuk salah satu desa yang telah mampu menujukkan prestasi yang sangat membanggakan sekalikus mengharumkan nama Sumbawa Barat di Tingkat Nasional.
Awal Tahun 2012 mujahidin mewakili Provensi NTB dalam prgram PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tingkat nasional di Jakarta.
Budaya masyarakat yang rukun dan selalu menjunjung nilai-nilai gotong royong inilah salah satu hal yang menghantarkan mujahidin meraih prestasi seperti yang sebutkan tadi, selain itu dapat kita lihat banyaknya generasi muda mujahidin yang secara aktif langsung maupun tidak lansung dalam pembangunan  bersama masyarakat.
Halal bi halal merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda pelajar mahasiswa Mujahidin dalam mengisi aktivitas bulan Ramadhan, dengan kegiatan ini pemuda pelajar, mahasiswa menjadi wadah dalam menyampekan ide gagasan untuk mujahidin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai sarana silaturrahim antar warga masyarakat yang ada didesa Mujahidin, bukan hanya itu halal Bihalal juga melibatkan seluru elemen masyarakat baik toko pemuda, toko agama maupun pejabat desa. Menarik dari kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan sebelum Halal Bihalal yaitu dalam menyemarakkan bulan Ramadhan dari pihak remaja masjid membuat kegiatan berupa perlombaan, seperti tilawatil Qur'an tingkat SD-SMP, hafalan ayat-ayat pendek, ceramah agama tingkat anak-anak ada juga perlombaan melibatkan orang dewasa seperti main bola ala bulan puasa, lomba lari karung dan banyak lainnya.
Puncak dari rangkain kegiatan ini adalah resepsi Halal Bi Halalnya diselenggarakan hari ke tiga atau keempat Bulan Sawal yang kemas seunik mungkin dengan menampilkan banyak kreasi atau kreativitas pemuda, pelajar dan Mahasiswa berupa pertunjukan seperti drama, puisi, tari-tarian bahkan tidak kalah hebat para sesepu masyarakat juga menujukkan kebolehannya berupa melangko sebut orang mujahidin sejenis berbalas pantun. Penampilan-penampilan dari pemuda begitu memukau para tamu undangan yang hardir, dan kadang membuat kagum atas penampilan anak-anak SD mujahidin.
Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai kegiatan rutin untuk menjaga kearipan dan budaya saling pariri yang selama ini sudah terbangun dengan baik.

Mujahidin, Fajar Karya

Desa  iliuk ning ai lapan

maras gama tu basai

nyaman bau saling angkat

Totang Gama jasa sia

ngaro doa sia bunda

lako kami tuntul ilmu

nyaman bariri kami muli 

by. Dedi S Fajari


Desa Mujahidin Kekuatan Pada Kearipan Lokal

Written By Dedi sufian on Rabu, 14 November 2012 | 08.43


Taliwang – Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene berhasil meraih juara dalam Lomba Bersih dan Sehat (LBS) Tingkat Nasional tahun 2011 yang digelar Tim Penggerak PKK (TP PKK) Nasional.


Sekretaris TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat Erni Patri menjelaskan bahwa Desa Mujahidin ditetapkan sebagai juara kedua setelah DKI Jakarta dari 6 nominator yang telah mengikuti final lomba tersebut. Sebelumnya Desa Muhajirin berhasil meraih juara pertama pada lomba yang sama di tingkat Provinsi NTB. Desa Mujahidin dinilai sebagai desa yang memiliki sanitasi dan lingkungan yang bersih dan kesadaran masyarakatnya untuk mengelola sampah juga terbilang cukup tinggi.



Menurut Erni keberhasilan yang diraih pada lomba tersebut tidak terlepas dari upaya pembinaan yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Sumbawa Barat dan dukungan seluruh masyarakat Sumbawa Barat, dengan demikian mewakili TP PKK Erni menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.



Ditambahkan pula, rencananya Bupati dan beberapa unsur pemerintah daerah baik itu Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Camat Brang Ene akan menerima langsung hadiah lomba di Jakarta (mjb)

Seni Menata Hati

Written By Dedi sufian on Rabu, 07 Maret 2012 | 16.20

Seni Menata Hati Dalam Bergaul

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

1. AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)

a. Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.

b. Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan keberangan.

c. Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yag arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.

d. Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penamplan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.

e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.

f. Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.

g. Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama denga mengajak bermusuhan.

h. Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan asa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.

i. Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkankata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan berlebihan.

j. Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.

k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari kita.


2. AKU MENYENANGKAN BAGIMU

a. Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).

b. Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang busuk hati.

c. Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.

d. Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian.

e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rasulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.

f. Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’
akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.

g. Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.

h. Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.



3. AKU BERMANFAAT BAGIMU
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari nilai mamfaat yang ada
dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik diantara manusia adalah orang yang paling banyak
mamfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.

a. Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih sayang.

b. Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.

c. Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, wakt atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya. Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.

d. Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.


Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan tersa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah SWT.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Fajar Insan Cendikia (FIC) Pendidikan Karakter - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger