Latest Post

Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR FIC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR FIC. Tampilkan semua postingan

Pernyataan-Pernyataan Memilukan Tentang Jilbab

Written By Dedi sufian on Kamis, 20 Desember 2012 | 07.48


1. “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik”.
2. Tidak hanya sampai di situ, si A menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang.  “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,”
3. A juga mengatakan pendapat yang bisa mengundang kontroversi, yakni tentang alasan orang beragama. “Kenapa orang beragama? 1) karena miskin; 2) karena rentan dan merasa terancam,” ujarnya…
Apakah ke tiga pernyataan itu benar??
Ilustrasi - Beberapa perempuan sedang memilih busana muslimah dan jilbab. (sahabatjogja.com)
dakwatuna.com - Tentang pernyataan pertama; kewajiban berjilbab Allah utarakan dalam Al-Quran secara umum, tidak terikat dengan momen tertentu; khusus untuk di pengajian misalkan. Yang ada malah sebaliknya, ketika shalat diwajibkan, jilbab (menutup aurat) menjadi salah satu pakaian khusus (ketentuan khusus) yang tidak bisa tidak, harus dipakai saat shalat. Jadi, siapa yang kebalik-balik?? Yang benar itu dari umum ke khusus, bukan dari khusus ke umum.
Jilbab dan pakaian renang adalah perbandingan yang tidak jauh berbeda dengan perbandingan antara basket dan main catur, meskipun kedua-duanya sama-sama olah raga, tapi rule of the gamenya berbeda, jika Allah syariatkan jilbab untuk dipakai di semua tempat, maka pabrik pembuat pakaian olah raga membuat pakaian renang khusus untuk di tempat renang. Adat manusia juga tidak membenarkan adanya seseorang yang ceramah di atas podium dengan memakai pakaian renang bukan? sebaliknya, tidak ada seorang pun yang protes jika seorang wanita berjilbab mengisi seminar di depan orang banyak, justru sebaliknya, akan banyak yang protes jika wanita tersebut memakai pakaian “ala kadarnya” ketika mengisi seminar.
Tentang pernyataan ketiga: justru kenyataan yang terjadi saat ini adalah, orang miskin tidak sedikit yang stress, gila. Kenapa gila? salah satu faktornya karena tidak beragama. Agama bukan pabrik yang di situ ada untung rugi materil; yang beragama kaya, yang tidak miskin! tidak selalu begitu. Yang beragama aman dari ancaman, yang tidak, selalu terancam, tidak selalu juga! Yang tepat adalah, kebanyakan orang menjadi begitu religius karena SADAR, sadar akan adanya pencipta, sadar akan adanya nikmat surga dan siksa neraka, sadar akan dirinya yang bukan siapa-siapa. Beda loh, sadar dengan terancam!!
Penutup
Setidaknya, jilbab adalah salah satu indikator akan kesadaran beragama seorang wanita. Jilbab tidak mengekang wanita, yang ada malah menjaga, namun terkadang sebagian memaknai menjaga dengan mengekang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk berfikir benar, bukan hanya bagus dan sensasional. Wallahualam bis shawab.



Hidayat Nur Wahid: Kiamat Tak Datang Tiba-tiba


Tokoh Islam Hidayat Nur Wahid meminta masyarakat untuk tidak membuang energi mempercayai ramalan Suku Maya yang memprediksi hari akhir akan jatuh pada tanggal 21 Desember mendatang. Hidayat pun mengatakan bahwa hari kiamat tidak serta merta datang secara tiba-tiba.
"Sudah sering kali ada ramaalan tentang kiamat tapi tidak terjadi sekarang. Dengan berbagai pengalaman ini, warga bangsa Indonesia jangan membuang energi dan menjadi panik karena ramalan seperti itu yang datangnya dari suku Maya ribuan tahun lalu," ujar Hidayat, Rabu (19/12/2012), saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, sebaiknya umat manusia lebih percaya kepada rasionalitas dan keberagamaan. "Yang pasti kiamat tidak akan terjadi pada 21 Desember karena ada ukuran rasionalitasnya," ujar Ketua Fraksi PKS di Parlemen itu.
Hidayat menjelaskan, sebelum terjadi kiamat, ada beberapa tanda-tanda yang terjadi seperti kekacauan dan kehancuran terjadi secara menyeluruh, termasuknya gunung-gunung yang meletus. Saat ini, Hidayat menilai kondisi keamanan dunia relatif stabil. "Kiamat tidak ujug-ujug datang. Ada mukadimah yang mendahuluinya dulu," ucap Hidayat.
Hidayat meminta umat Islam untuk tidak percaya akan ramalan dalam bentuk apa pun. Namun, ia mengatakan kiamat tetap harus diyakini semua umat manusia. "Kita ambil hikmahnya saja, kita diingatkan bahwa semua agama di dunia ini yakin kiamat terjadi. Sehingga kita sudah seharusnya bisa berpikir konstruktif dan taat beribadah agar kiamat bisa happy ending," imbuhnya.
Tanggal 21 Desember 2012 ramai disebut-sebut sebagai akhir dunia. Pada hari itu, menurut kalender suku Maya, Matahari terletak di rasi Sagittarius. Jauh di belakangnya, ada pusat Galaksi Bimasakti yang memiliki lubang hitam bermassa 4 juta kali massa Matahari. Kesegarisan Bumi, Matahari, dengan pusat Galaksi ini dituding akan mengoyak Matahari dan anggota Tata Surya lain. Gaya pasang surut dari pusat Galaksi dianggap akan makin besar karena Matahari sedang di bidang Galaksi.

Ini Kelemahan-kelemahan Kurikulum 2013



KOMPAS.com  Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta menilai bahwa draf kurikulum 2013 memiliki banyak kelemahan. Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wuryadi mencatat sejumlah kelemahan dari isi kurikulum yang rencananya akan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran mendatang itu.

Kelemahan pertama, kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

"Saat ini, KTSP saja baru menuju uji coba dan ada beberapa sekolah yang belum melaksanakannya. Bagaimana bisa, kurikulum 2013 ditetapkan tanpa ada evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya," katanya di Yogyakarta, Senin lalu.

Kelemahan lainnya, lanjut Wuryadi, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

Wuryadi juga menilai tak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.

"UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-UN juga memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan," tambahnya.

Kelemahan penting lainnya, pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar. Dewan Pendidikan DIY menilai langkah ini tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda.

Karena melihat kelemahan-kelemahan ini, Dewan Pendidikan DIY meminta pemerintah melakukan desain ulang kurikulum 2013.

"Desain ulang terhadap kurikulum 2013 ini perlu dilakukan dengan turut melibatkan guru karena guru menjadi unsur penting dalam kurikulum baru itu," kata Wakil Ketua I Dewan Pendidikan DIY Heri Dendi.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga akan mengirimkan hasil kajian tersebut kepada pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, DPR RI, serta Presiden dan Wakil Presiden RI.

Halal Bi Halal wujud kebersamaan

Written By Dedi sufian on Minggu, 09 Desember 2012 | 06.55

poto bersama panitia Halal Bi Halal
Mujahidin merupakan salah satu desa diwilayah kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam usia yang relatif masih baru, desa Mujahidin termasuk salah satu desa yang telah mampu menujukkan prestasi yang sangat membanggakan sekalikus mengharumkan nama Sumbawa Barat di Tingkat Nasional.
Awal Tahun 2012 mujahidin mewakili Provensi NTB dalam prgram PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tingkat nasional di Jakarta.
Budaya masyarakat yang rukun dan selalu menjunjung nilai-nilai gotong royong inilah salah satu hal yang menghantarkan mujahidin meraih prestasi seperti yang sebutkan tadi, selain itu dapat kita lihat banyaknya generasi muda mujahidin yang secara aktif langsung maupun tidak lansung dalam pembangunan  bersama masyarakat.
Halal bi halal merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda pelajar mahasiswa Mujahidin dalam mengisi aktivitas bulan Ramadhan, dengan kegiatan ini pemuda pelajar, mahasiswa menjadi wadah dalam menyampekan ide gagasan untuk mujahidin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai sarana silaturrahim antar warga masyarakat yang ada didesa Mujahidin, bukan hanya itu halal Bihalal juga melibatkan seluru elemen masyarakat baik toko pemuda, toko agama maupun pejabat desa. Menarik dari kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan sebelum Halal Bihalal yaitu dalam menyemarakkan bulan Ramadhan dari pihak remaja masjid membuat kegiatan berupa perlombaan, seperti tilawatil Qur'an tingkat SD-SMP, hafalan ayat-ayat pendek, ceramah agama tingkat anak-anak ada juga perlombaan melibatkan orang dewasa seperti main bola ala bulan puasa, lomba lari karung dan banyak lainnya.
Puncak dari rangkain kegiatan ini adalah resepsi Halal Bi Halalnya diselenggarakan hari ke tiga atau keempat Bulan Sawal yang kemas seunik mungkin dengan menampilkan banyak kreasi atau kreativitas pemuda, pelajar dan Mahasiswa berupa pertunjukan seperti drama, puisi, tari-tarian bahkan tidak kalah hebat para sesepu masyarakat juga menujukkan kebolehannya berupa melangko sebut orang mujahidin sejenis berbalas pantun. Penampilan-penampilan dari pemuda begitu memukau para tamu undangan yang hardir, dan kadang membuat kagum atas penampilan anak-anak SD mujahidin.
Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai kegiatan rutin untuk menjaga kearipan dan budaya saling pariri yang selama ini sudah terbangun dengan baik.

Mujahidin, Fajar Karya

Desa  iliuk ning ai lapan

maras gama tu basai

nyaman bau saling angkat

Totang Gama jasa sia

ngaro doa sia bunda

lako kami tuntul ilmu

nyaman bariri kami muli 

by. Dedi S Fajari


Desa Mujahidin Kekuatan Pada Kearipan Lokal

Written By Dedi sufian on Rabu, 14 November 2012 | 08.43


Taliwang – Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene berhasil meraih juara dalam Lomba Bersih dan Sehat (LBS) Tingkat Nasional tahun 2011 yang digelar Tim Penggerak PKK (TP PKK) Nasional.


Sekretaris TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat Erni Patri menjelaskan bahwa Desa Mujahidin ditetapkan sebagai juara kedua setelah DKI Jakarta dari 6 nominator yang telah mengikuti final lomba tersebut. Sebelumnya Desa Muhajirin berhasil meraih juara pertama pada lomba yang sama di tingkat Provinsi NTB. Desa Mujahidin dinilai sebagai desa yang memiliki sanitasi dan lingkungan yang bersih dan kesadaran masyarakatnya untuk mengelola sampah juga terbilang cukup tinggi.



Menurut Erni keberhasilan yang diraih pada lomba tersebut tidak terlepas dari upaya pembinaan yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Sumbawa Barat dan dukungan seluruh masyarakat Sumbawa Barat, dengan demikian mewakili TP PKK Erni menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan tersebut.



Ditambahkan pula, rencananya Bupati dan beberapa unsur pemerintah daerah baik itu Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Camat Brang Ene akan menerima langsung hadiah lomba di Jakarta (mjb)

Cerita Motivasi

Written By Dedi sufian on Selasa, 06 Maret 2012 | 17.32

Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.
Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.
Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jamdi tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itutelah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.
Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?
  1. Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.
  2. Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.
  3. Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.

Rovolusi Pola Pikir

Written By Dedi sufian on Minggu, 08 Januari 2012 | 05.14

Yang diperlukan itu sebenarnya revolusi pola pikir kita kita melihat suatu Momen peristiwa. Kata Adnan Oskar yang lebih keren disebut Harun Yahya, kita umumnya mempunyai pola pikir yang dangkal bukan deep thingking. Salah satu cirinya adalah kesulitan kita ketika mengungkapkan sesuatu. Dengan kata lain umumnya kita sangat susah untuk menulis padahal pelajaran mengarang dulu diajarkan sejak SD. 


Revolusi pola pikir sebenarnya sudah jelas dicantumkan di dalam al-Qur'an dalam Qs 96:1 ketika wahyu pertama kali diturunkan dengan sebutan IQRA BISMI. IQRA BISMI adalah ungkapan BACALAH dengan Nama Tuhanmu "Yang menciptakan". Ayat pertama yang terdiri dari 19 huruf ini sebenarnya menegaskan kepada Rasulullah yang saat itu memang ummi untuk membaca. 



Kenapa Tuhan memerintahkan Rasul untuk membaca sementar Tuhan sendiri tahu persis kalau Rasul seorang yang Ummi. Perintah ini bukanlah kontradiksi namun suatu ungkapan metaforis bahwa meskipun Rasul seorang yang ummi dan secara formal tidak dididik secara khusus dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang saat itu sudah berkembang, Tuhan menekankan bahwa BACALAH itu mengandung makna yang jelas berkaitan dengan membaca Tanda-tanda Tuhan, Pesan-pesan Tuhan yang ada dimana-mana termasuk dalam diri Rasulullah sendiri sebagai makhluk yang diciptakan dari segumpal darah.



Dalam membaca Qalam Allah, maka Tuhan menyarankan Rasul untuk merenungkan, memahami, dan mengamati gejala-gejala fenomenal seperti diungkapkan dalam beberapa ayat dari PRINSIP DASARNYA bukan katanya atau merujuk pada suatu referensi tertentu. Ungkapan masakininya sebenarnya dzikir, fikir dan ikhtiar. Meskipun hasil akhirnya tampil seperti mirip-mirip, namun sejatinya itu menunjukkan bahwa sumber pengetahuan Rasul adalah Allah, Tuhan Yang Esa melalui mediator-mediator Wahyu-Nya seperti Jibril, Rasulin Kariim, dll. Ketika Tatanan Pengetahuan Tuhan Terungkap sebagai Isra Miraj, maka Rasulullah telah mengetahui dengan Cahaya Allah yang murni yang hanya dimungkinkan karena beliau menyucikan jiwanya untuk memahami Asma, Sifat dan Perbuatan Tuhan. 



Jadi, dalam belajar membaca Umat Islam diwajibkan untuk Membaca Langsung Qalam Allah atau Pesan-pesan Tuhan bukan TAKLID BUTA. Dan harus kritis benar tentang berbagai hal bukan FOLLOWER. Harus mampu berargumentasi tanpa meninggalkan kemukminannya dan harus bisa memahami pendapat orang lain karena kebenaran boleh jadi muncul dari lawan bicara kita tanpa disadarinya. Ambil yang benar dan baik dan buang yang buruk itu merupakan kaidah Rasululah belajar dari sekelilingnya. 


Revolusi pola pikir pada akhirnya kembali kepada diri kita sendiri untuk menggali kembali al-Qur'an dan as-Sunnah dengan jiwa yang murni dan tidak diliputi hawa nafsu karena banyak ilmu pengetahuan dari Al Qur'an yang diabaikan Umat Islam namun sebenarnya telah diadopsi oleh kalangan barat yang diam-diam membedah Al Qur'an meskipun sebagian besar dari mereka mungkin tidak beriman kepada Tuhan. 


Karena itu untuk berpikir dengan benar, kembalilah menggali Warisan Sang Nabi, al-Qur'an dan As-Sunnah dengan melihat ruang-waktu atau zaman dimana kita hidup karena penafsir al-Qur'an yang benar adalah anak-anak zamannya. Anak-anak yang sadar dirinya, ruang-waktunya dan sejarahnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Fajar Insan Cendikia (FIC) Pendidikan Karakter - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger